Hidup ini adalah perjuangan, baik perjuangan di dunia maupun
untuk akhirat. Namun banyak hal yang kadang tidak sesuai dengan kemauan
kita atau tidak sejalan dengan kehendak yang ada. Disini akan kita bahas
beberapa cara menghadapi kenyataan hidup yang kurang menyenangkan:
Siap menerima kenyataan yang bakal terjadi
Kita sering kali melupakan bahwa masalah yang kita hadapi itu adalah hasil dari pilihan kita sendiri, jadi sebelum kita memilih sesuatu kita harus mempersiapkan diri menerima baik ataupun buruknya pilihan tersebut.
Kalau hal tersebut telah terjadi, harus diterima dengan ikhlas
Banyak di antara kita bila hal buruk telah menimpa, kita selalu berpikir seandainya aku pilih si A mungkin aku tak akan begini atau malah sebaliknya. Jadi banyak orang stress karena tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi. Apabila kita telah siap menerima hal hal yang mungkin bakal terjadi, insyaalloh kita akan lebih tenang menghadapinya. Dan perlu di ingat ketika kita memilih sesuatu kita harus pikirkan kira kira hal apa saja yang bakal terjadi, jadi jangan hanya berpikir yang indah indah, bisa jadi kenyataan jauh berbeda.
Jangan mempersulit diri
Nah disini malah sebaliknya, Seringkali kita berpikir terlalu berlebih, artinya selalu berpikir segi negatifnya, takut begini takut begitu kalau takut ya mending jangan menjalani hal tersebut, karena hidup ini kan memang tantangan. Jadi sebelum menjalani hal tersebut ada baiknya berdoa serahkan pada yang maha kuasa dengan begitu pikiran akan lebih tenang.
Koreksi diri
Banyak kegagalan yang terjadi di diri kita, hampir selalu menyalahkan orang lain. Padahal kegagalan tersebut adalah buah dari hasil kerja kita atau pilihan kita sendiri. Oleh karena itu jika hal kurang baik sedang menimpa kita, ada baiknya teliti diri kita mana yang kurang, banyak banyak mawas diri, Insyaalloh kita akan lebih ikhlas menghadapi masalah tersebut.
Berserah diri kepada sang pencipta
Sadarlah, bahwa kita hidup jangan bergantung pada sesuatu yang sifatnya sementara seperti harta, pasangan hidup, jabatan dll. Semua itu sewaktu waktu bisa hilang, oleh karena itu jika tertimpa musibah serahkan semua kepada tuhan yang maha Esa, yakin hanya tuhan yang maha Esa yang bisa menolong kita dari semua masalah yang ada.
Siap menerima kenyataan yang bakal terjadi
Kita sering kali melupakan bahwa masalah yang kita hadapi itu adalah hasil dari pilihan kita sendiri, jadi sebelum kita memilih sesuatu kita harus mempersiapkan diri menerima baik ataupun buruknya pilihan tersebut.
Kalau hal tersebut telah terjadi, harus diterima dengan ikhlas
Banyak di antara kita bila hal buruk telah menimpa, kita selalu berpikir seandainya aku pilih si A mungkin aku tak akan begini atau malah sebaliknya. Jadi banyak orang stress karena tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi. Apabila kita telah siap menerima hal hal yang mungkin bakal terjadi, insyaalloh kita akan lebih tenang menghadapinya. Dan perlu di ingat ketika kita memilih sesuatu kita harus pikirkan kira kira hal apa saja yang bakal terjadi, jadi jangan hanya berpikir yang indah indah, bisa jadi kenyataan jauh berbeda.
Jangan mempersulit diri
Nah disini malah sebaliknya, Seringkali kita berpikir terlalu berlebih, artinya selalu berpikir segi negatifnya, takut begini takut begitu kalau takut ya mending jangan menjalani hal tersebut, karena hidup ini kan memang tantangan. Jadi sebelum menjalani hal tersebut ada baiknya berdoa serahkan pada yang maha kuasa dengan begitu pikiran akan lebih tenang.
Koreksi diri
Banyak kegagalan yang terjadi di diri kita, hampir selalu menyalahkan orang lain. Padahal kegagalan tersebut adalah buah dari hasil kerja kita atau pilihan kita sendiri. Oleh karena itu jika hal kurang baik sedang menimpa kita, ada baiknya teliti diri kita mana yang kurang, banyak banyak mawas diri, Insyaalloh kita akan lebih ikhlas menghadapi masalah tersebut.
Berserah diri kepada sang pencipta
Sadarlah, bahwa kita hidup jangan bergantung pada sesuatu yang sifatnya sementara seperti harta, pasangan hidup, jabatan dll. Semua itu sewaktu waktu bisa hilang, oleh karena itu jika tertimpa musibah serahkan semua kepada tuhan yang maha Esa, yakin hanya tuhan yang maha Esa yang bisa menolong kita dari semua masalah yang ada.
Des9
Ketika Impian Hidup Tak Sesuai Dengan Kenyataan
Banyak orang bilang hidup ini adalah pilihan. Kita belajar
memilih keinginan, kita memilih benda-benda, kita memilih orang-orang,
dan kita belajar memilih keadaan-keadaan.
Jika kita mau menelusuri, apapun yang ada di dalam hidup kita saat ini dan apapun yang ada di sekitar kita, itu adalah hasil dari pilihan kita sendiri. Kenyataan kehidupan adalah bangunan yang kita tegakkan sendiri sejalan dengan perjalanan waktu.
Ketika kita memilih maka kita telah menetapkan sesuatu dan mengabaikan yang lain. Kita menetapkan sesuatu berdasarkan tingkat kepentingan hidup kita dan berdasarkan keinginan kita. Semua itu kita lakukan setiap saat dan setiap waktu, dari momen ke momen hingga sekarang.
Di dunia ini tidak ada yang bukan pilihan. Dan jika kita mempercayai Tuhan, hanya ada dua pengecualian yang keduanya kita tidak pantas menetapkan pilihan, yaitu kita tak bisa memilih kapan kita akan mati dan kita harus terus hidup selama kita belum mati. Selebihnya adalah pilihan.
Kita dengan sangat yakin akan mengatakan bahwa kita telah memilih, jika kenyataan hidup kita sedang mencerminkan keberdayaan, kebahagiaan, atau keberhasilan. Kita akan mulai meragukan diri kita sendiri, jika kenyataan kehidupan sedang bergulir sebaliknya; tak berdaya, tak berbahagia, atau dipenuhi dengan kegagalan. Kita lupa bahwa tentang dua macam kenyataan hidup itu kita sendirilah yang telah memilihnya.
Kita sebenarnya telah menciptakan sendiri kenyataan hidup kita. Hanya saja, kita mungkin lupa bahwa kita telah mengembangkan sikap dan perilaku yang mendukung kenyataan itu. Kita mungkin tidak sadar bahwa telah melatih semua itu dengan tekun dari waktu ke waktu dengan pola pikir dan pola rasa yang memang mengarahkannya ke sana. Kita perlu menyadari bahwa diri kita bukan tidak mampu, melainkan terlanjur salah menggunakan kemampuan.
Salah satu hal yang paling penting yang perlu di tanamkan ke dalam kesadaran, adalah bahwa saat ini dan di masa depan tiap insan masih tetap bisa memilih. Kemampuan itulah yang membedakannya sebagai manusia dari makhluk lain yang bukan manusia.
Selagi pikiran masih bisa berpikir dan selagi perasaan masih bisa merasakan, kita selalu bisa memilih. Sekalipun kenyataan hidup saat ini masih jauh dari yang diharapkan, dalam kondisi itupun kita tetap bisa memilih.
Jadi masalah terbesar adalah salah memilih. Kita selalu dalam keadaan berdaya dengan kemampuan kita yang bisa memilih dan tetap selalu bisa memilih. Kemampuan itu sungguh bersifat tetap dan netral. Dengan keberdayaan itu kita bisa memilih menciptakan kenyataan hidup yang tidak berdaya, tidak bahagia, atau gagal. Kita, juga bisa memilih kenyataan hidup yang sebaliknya.
Kita, sering tidak menyadari bahwa kita telah salah memilih. Apa yang menjadi sebab dari masalah besar seperti ini? Sebabnya adalah ketidakjernihan tujuan hidup. Maka untuk menciptakan kenyataan hidup yang baru di masa depan, kita perlu benar-benar hidup di dalam kesadaran yang mengarahkan kita kepada kenyataan hidup yang sesuai harapan.
Jika kita mau menelusuri, apapun yang ada di dalam hidup kita saat ini dan apapun yang ada di sekitar kita, itu adalah hasil dari pilihan kita sendiri. Kenyataan kehidupan adalah bangunan yang kita tegakkan sendiri sejalan dengan perjalanan waktu.
Ketika kita memilih maka kita telah menetapkan sesuatu dan mengabaikan yang lain. Kita menetapkan sesuatu berdasarkan tingkat kepentingan hidup kita dan berdasarkan keinginan kita. Semua itu kita lakukan setiap saat dan setiap waktu, dari momen ke momen hingga sekarang.
Di dunia ini tidak ada yang bukan pilihan. Dan jika kita mempercayai Tuhan, hanya ada dua pengecualian yang keduanya kita tidak pantas menetapkan pilihan, yaitu kita tak bisa memilih kapan kita akan mati dan kita harus terus hidup selama kita belum mati. Selebihnya adalah pilihan.
Kita dengan sangat yakin akan mengatakan bahwa kita telah memilih, jika kenyataan hidup kita sedang mencerminkan keberdayaan, kebahagiaan, atau keberhasilan. Kita akan mulai meragukan diri kita sendiri, jika kenyataan kehidupan sedang bergulir sebaliknya; tak berdaya, tak berbahagia, atau dipenuhi dengan kegagalan. Kita lupa bahwa tentang dua macam kenyataan hidup itu kita sendirilah yang telah memilihnya.
Kita sebenarnya telah menciptakan sendiri kenyataan hidup kita. Hanya saja, kita mungkin lupa bahwa kita telah mengembangkan sikap dan perilaku yang mendukung kenyataan itu. Kita mungkin tidak sadar bahwa telah melatih semua itu dengan tekun dari waktu ke waktu dengan pola pikir dan pola rasa yang memang mengarahkannya ke sana. Kita perlu menyadari bahwa diri kita bukan tidak mampu, melainkan terlanjur salah menggunakan kemampuan.
Salah satu hal yang paling penting yang perlu di tanamkan ke dalam kesadaran, adalah bahwa saat ini dan di masa depan tiap insan masih tetap bisa memilih. Kemampuan itulah yang membedakannya sebagai manusia dari makhluk lain yang bukan manusia.
Selagi pikiran masih bisa berpikir dan selagi perasaan masih bisa merasakan, kita selalu bisa memilih. Sekalipun kenyataan hidup saat ini masih jauh dari yang diharapkan, dalam kondisi itupun kita tetap bisa memilih.
Jadi masalah terbesar adalah salah memilih. Kita selalu dalam keadaan berdaya dengan kemampuan kita yang bisa memilih dan tetap selalu bisa memilih. Kemampuan itu sungguh bersifat tetap dan netral. Dengan keberdayaan itu kita bisa memilih menciptakan kenyataan hidup yang tidak berdaya, tidak bahagia, atau gagal. Kita, juga bisa memilih kenyataan hidup yang sebaliknya.
Kita, sering tidak menyadari bahwa kita telah salah memilih. Apa yang menjadi sebab dari masalah besar seperti ini? Sebabnya adalah ketidakjernihan tujuan hidup. Maka untuk menciptakan kenyataan hidup yang baru di masa depan, kita perlu benar-benar hidup di dalam kesadaran yang mengarahkan kita kepada kenyataan hidup yang sesuai harapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar